chapter 3 comeback! Bagian 3 Mentari menjauh, rembulan pun pergi Semuanya tampak gelap, aku sangat bingung mengapa semuanya terlihat gelap. Ku lirik ke samping kanan gelap, ku lihat ke kiri gelap, ku lihat ke bawah juga gelap. Apakah mungkin listriknya padam? Tapi tunggu, perasaan tadi aku mau beli es krim sama ayah kok tiba-tiba semuanya gelap begini ya? Masa sih listriknya padam, memangnya aku ada dimana sekarang. “ayah ... ayah ... es krimku mana, kok gelap yah?” Brak terdengar suara pintu dibuka dengan kuat “Zahirah, kamu sudah sadar nak?” tanya ibuku khawatir. “Sadar, emangnya kenapa bu? Ayah mana?” Ibuku tidak menjawab, terdengar dari suaranya ia sedang menangis lebih tepatnya merintih, entah apa yang ia pikirkan saat itu, karena baru kali ini aku mendengar suara tangisan ibuku yang seperti ini. Apakah suatu hal buruk terjadi pada ibuku, atau jangan – jangan padaku? Ah tidak, tangisan ibuku membuatku jadi ambigu. “ibu, kenapa menangis? Ken...
Blog pribadi yang lebih kayak publicity diary of my life deh ya! Sebenernya mau share tentang puisi aja karena gue suka nulis puisi. Tapi, kadang banyakan gue nulis curahan hati. Jadi, yaudah deh begini yak. Gausah dibaca, soalnya gaje blognya kayak orangnya.