Tak ada lagi pelangi setelah hujan Yang ada hanya bau tanah yang mencuat Lagi-lagi aku memikirkan tentangmu Dibawah jendela sambil menegak secangkir kopi Diselimuti kesejukkan setelah hujan pergi Aku hanya bercakap pada diri sendiri Kenapa dulu aku merasa percaya diri Kalau kau itu menyirami kasih pada diri ini Aku kembali bernostalgia dengan memori Ingat sekali semua bentuk garis-garis senyum Ekspresi, sampai bagaimana tatapan matamu dulu Rasanya aku seperti lelucon bagimu Kau angkat tinggi dan kau hempaskan ke bumi Ingat lagi saat kau bilang lucu, manis, tetanggamu yang bernama kasim, sapi-sapi mu, bisnis yang kau tawarkan, pelajaran yang sangat kau kuasai, caramu memecahkan soal matematika, tempat makan yang kau sukai, dan yah satu lagi wanita yang kau cintai Lagi-lagi itu hanya kepercayaan diriku saja Sepertinya aku memang hanya lelucon bagimu Ah segar sekali rasanya, kopi ini tidak terlalu pahit untuk aku yang tak suka kafein Aku kembal...