Sekayu, 26 Juni 2018 Si Tampan Penuh Kejutan Aku terbangun dari tidur panjangku. Ku buka mataku dengan perlahan-lahan. Penglihatanku sedikit kabur, pikirku karena sudah lama tak ku manfaatkan mata ini untuk melihat. Orang berjubah putih sudah berdiri di depanku. Ia melambai-lambaikan tangan ke wajahku. Sedang tangan satunya lagi memegang benda panjang yang memiliki cahaya. Cahaya itu ia sorotkan ke mataku. Ia tersenyum sambil mengucap beberapa kata “Halo Dira” “Bisa kau lihat ini”. Begitu seterusnya. Samar-samar aku melihatnya semakin ku melebarkan retina mataku penglihatanku makin jelas. satu kata yang ada di pikiranku “Tampan”. Orang berjubah putih itu sangat tampan dan terlihat cerdas. Ia sungguh mempesona. Tampak berkilau wajahnya, sungguh kuat aura dirinya. Bak disihir olehnya aku langsung tersenyum lebar. Ia pasti dokter dan aku pasti di rumah sakit. Tampan sekali dokter ini, bolehkah aku menjadikan dia suami. Kalau saja dia mau akan langsung ku lamar dia. Tak...
Blog pribadi yang lebih kayak publicity diary of my life deh ya! Sebenernya mau share tentang puisi aja karena gue suka nulis puisi. Tapi, kadang banyakan gue nulis curahan hati. Jadi, yaudah deh begini yak. Gausah dibaca, soalnya gaje blognya kayak orangnya.