Bagian 7 Back to my way Waktu menunjukkan pukul 07.30 WIB, Zahirah sudah tiba di bandara Soekarno-Hatta Jakarta. Kabar dukalah yang membawa ia kesini, ke tanah air tercinta. Ia berjalan dengan tergopoh sambil menyeret koper kecil berwarna hijau. Ia segera keluar dari bandara dan mencari taksi untuk berangkat ke solo kerumahnya yang pastinya sudah berkibar bendera kuning. Dalam mobil taksi itu, ia terus menangis dalam diam sehingga membuat supir taksi itu pun tak berani menanyakan alasan ia menangis. Zahirah benar-benar terpukul sekarang ia menjadi yatim piatu, ia hanya terus saja berharap kalau hal ini hanyalah mimpi belaka tapi apalah daya, sudah menjadi takdir setiap makhluk yang bernyawa pasti akan tiba ajalnya. Tak lama mobil taksi itu melesat dengan cepat atas permintaan penumpangnya dan akhirnya Zahirah sudah sampai di rumahnya. Rumahnya yang terbilang minimalis dan sangatlah sederhana itu sudah dipenuhi banyak orang. Zahira...
Blog pribadi yang lebih kayak publicity diary of my life deh ya! Sebenernya mau share tentang puisi aja karena gue suka nulis puisi. Tapi, kadang banyakan gue nulis curahan hati. Jadi, yaudah deh begini yak. Gausah dibaca, soalnya gaje blognya kayak orangnya.