Langsung ke konten utama

Welcome Ottawa _ Chapter 4 Novel Zahirah


Bagian 4

     Welcome Ottawa

Hasil gambar untuk welcome ottawa

8 tahun kemudian .....
“Assalamualaikum Carolin, can I sit here?”
“Waalaikumsalam Zahirah, why not?.”
Begitulah percakapan antara 2 gadis muslim yang sama-sama anak rantauan. Mereka adalah muslimah-muslimah muda yang terus melebarkan sayapnya dalam dunia pendidikan. Usia muda adalah usia yang produktif dan kreatif begitulah gambaran diri mereka. Carolin adalah gadis muslimah keturunan Uzbekistan yang merupakan anak seorang pebisnis terkenal di Uzbekistan. Ia sama seperti Zahirah yang menempah ilmu ke negeri orang. Mereka sama-sama cantik dan menggunakan hijab, yang satunya berwajah oriental dengan kulit kuning langsat khas Indonesia dan yang satunya memiliki kulit yang sangat putih dengan matanya yang berwarna cokelat.
Walau berbeda negara, ras, bahasa, dan kebudayaan tapi mereka tetap bersatu dalam ikatan persahabatan. Mereka berdua kuliah di Vancouver university of Ottawa, Kanada yang menyediakan lingkungan yang damai, aman, dan suasana belajar yang sangat baik bagi siswa yang ingin mengalami salah satu sistem pendidikan terbaik di dunia. Termasuk beruntunglah Zahirah bisa kuliah di Kanada dengan kualitas pendidikan yang terbaik di dunia. Selain itu, sarjana-sarjana yang lulus dari universitas di Kanada diakui secara internasional.
***
Jalanan kota Ottawa pada malam hari terlihat begitu gemerlap. Cahaya-cahaya yang menyilaukan mata yang datangnya dari berbagai pusat perbelanjaan di ibukota negara Kanada ini membuat Zahirah terpana akan keindahan kota Ottawa. Tak hanya itu, sungai Ottawa yang sangat bersih dan menenangkan jiwa membuat keindahan kota ini lengkaplah sudah. Zahirah yang dulunya tak pernah melihat cahaya lagi sejak berumur 12 tahun karena matanya yang buta, sekarang ia bebas melihat apa saja yang ada di dekatnya. Ia tak menyia-nyiakan kesempatan yang telah Allah berikan padanya.
Ia juga sudah banyak menuai prestasi walau dulu matanya buta. Sungguh karunia Allah yang telah mempertemukan Zahirah dengan malaikat pelindungnya, Aisyah yang merupakan anak dari pemilik ponpes ar-Raj’i tempat Zahirah menimbah ilmu akhirat. Aisyah lah yang selalu menemani Zahirah dalam suka dan duka. Mereka bersahabat layaknya saudara. Tak hanya itu, Aisyah telah memberikan kornea matanya untuk Zahirah.
Flassback
Jalanan kota Solo begitu padat akan lalu lalang kendaran. Ketika itu, Aisyah yang menyebrang tidak hati-hati sudah terpental jauh karena ditabrak sebuah mobil truk yang berisi beras. Aisyah segera dilarikan kerumah sakit namun, sayangnya hanya 3 menit Aisyah sadar. Setelah itu Aisyah tak bernyawa lagi. Hal ini adalah hal yang menyakitkan bagi Zahirah yang sudah 2 kali ditinggal pergi orang-orang yang ia cintai. Aisyah sangat terpukul akan kematiian malaikat pelindungnya. Namun, sebelum Aisyah menghembuskan nafas terakhirnya ia sempat mengatakan sesuatu pada ayahnya.
“Ab.. Abii.. tolong jaga Zahirah ya bi, dia anak yan.. yan nggg ... cer das bi. Abi to long sampaikan ucapan te rima kasih Aisyah un tuk Za hirah ya bi dan tolong berikan mata Aisyah untuknya bi. Ashaduala ila ha ilallah wa asyhaduanna muhammadar rasulullah, laa laa illa haa illa illallah.”, ucap Aisyah pada ayahnya saat detik-detik kematiannya. Ketika Aisyah akan dimakamkan Zahirah baru diberitahu akan kematian malaikat pelindungnya.
***
            Seperti hari-hari biasanya Zahirah dan Carolin selalu duduk di taman sambil memakan sedikit cocho roll . mereka satu fakultas, fakultas bussiness di Vancouver University of Ottawa Canada. Walau sibuk akan berbagai macam tugas kuliah tapi mereka tidak pernah tinggal ibadah. Mereka juga selalu menyempatkan diri untuk menghafal Al-Qur’an. Sebagai anak beasiswa, Zahirah selalu dituntut untuk lebih pandai dari teman-temannya yang lain karena hanya Zahirah lah yang mendapatkan beasiswa di kampusnya. Itu semua karena prestasi-prestasi yang telah Zahirah ukir sejak duduk di bangku SD. Dari sekian banyak mahasiswa di Vancouver University hanya Carolin dan Zahirah lah yang muslimah. Walau begitu teman-teman kampus mereka tidak pernah mempermasalahkan masalah tersebut, mereka sangat toleran. Mungkin begitulah gambaran orang-orang Ottawa yang termasuk ke dalam benua Amerika yang terkenal akan paham liberalismenya.
***
“Hy Carolin, .. apa yang sedang kau lakukan disini?”, selidik Zahirah.
“Oh, Irah you can see this! Ini sangat indah bukan?”
“Apa itu? Oh Masha Allah, how beautifull this caligrafhi Carolin”
            Terlihat, bingkai ukuran 5R ditutupi lafadz ALLAH yang diberi warna kuning emas pada bagian dalam dan untuk mepertegas huruf Arab tersebut diberi warna garis hitam, tak lupa hiasan lainnya sebagai pelengkap keindahan kaligrafi itu.
“Kau yang buat Carolin?”
No! Kau tahu Kevin Wu anak fakultas seni lukis ? ini dia yang buatkan atas permintaanku, heheh.”
What! are you kidding me Carolin?”, Zahirah tersentak
“Yaaa, aku serius Irah. Kalau kau tidak percaya tanya saja sendiri.”
“Tapi, dia kan ....”
“Atheis maksudmu? Ya apa salahnya, dia saja tak masalah bukan? Bahkan dia sangat senang saatku minta dibuatkan kaligrafi ini”
“Sungguh, aku sangat tidak menyangka, memangnya kenapa dia mau membuatkannya untukmu? Apa kau membantunya atau kau memberinya makanan?”
“Ya, dia kuajak kerjasama dalam bisnis lukisan, karena sekarang kami partner. Tentu saja aku merekomendasikan kaligrafi padanya. Asal kau tau dia sangat takjub ketika melihat contoh-contoh kaligrafi yang kami cari di google. Dia bilang woah this is amazing.”
“Hmm, tentu saja dia merasa takjub karena lafadz Allah yang baru pertama kali dia lihat memanglah kata yang indah, karena Allah maha segala-galanya.”
            Saat asik sedang berbincang-bincang tentang Kevin Wu, tiba-tiba dari arah belakang ada seseorang yang memanggil nama salah satu diantara mereka, ternyata ialah si empunya nama. Yup! Kevin Wu, ia berjalan dengan kaos casual hijau dilapisi kemeja putih dengan celana jeans hitam dilengkapi dengan sneekers nya yang berwarna senada dengan celananya. Kevin terlihat sangat rapi dan tampan, ia berjalan sambil menenteng bingkai cukup besar yang sepertinya cukup berat. Ditambah lagi beban tas ransel di belakangnya. Walau demikian ia tetap terlihat keren dengan kulitnya yang putih dan tubuhnya yang terlihat atletis.
“Carolin ....”, teriak Kevin dari kejauhan sambil berlari kecil kearah Carolin dan Zahirah.
“Ini kaligrafi yang kedua, bagaimana menurutmu Carolin?”
“Ya ampun Kev, ini bagus pake banget, Masha Allah tangan kamu ini udah dianugerahin buat ngelukis emang.”
“Hmm, jadi ini boleh dong di pasarin nantinya, ia kan?”
“Boleh banget kev, ini tuh lafadz Muhhamad, Muhammad S.a.w . kayaknya yang ini aku aja deh yang beli, ini keren banget kev.”
“Lukisanmu indah sekali, hmmm Kev .. kevin eh.....”, komentar Zahirah yang terputus diujung karena lupa nama panjang Kevin.
“Wu, iya terima kasih. Hmm kamu temennya Carolin ya?”, sambung Kevin.
“Oh iya Kevin Wu maksudku, maaf kita kan belum kenal jadi aku hanya mendengar dari Carolin tentang lukisanmu ini. Katanya kau sangat lihai melukis.”
“Ah tak apa, kalau begitu sekarang kita kenalan, kau siapa?” kevin mengulurkan tanganya.
“Zahirah Wirda Syakirah, maaf.” Jawab Zahirah sambil menolak dengan lembut sambil mengulurkan tangan Kevin dan menangkupkan kedua tangannya sambil tersenyum.
“Kenapa tidak bersalaman?, oh ya maaf kau sama seperti Carolin ya? Maaf sekali lagi maaf.”
“Ah tak apa, kau kan belum mengenalku jadi wajar saja. Oh ya, aku boleh gak ikut bisnis kalian. Ya itung-itung buat latihan bisnis hehe.”
“Ya, tentu saja. Lebih banyak orang lebih baik karena modalnya akan semakin banyak dan kita akan dapatkan hasil lukisan yang bagus.
***
            Hari-hari Zahirah di Kanada sangat menyenangkan, namun ia juga merasa lelah karena banyak sekali tugas dari dosen-dosennya. Apalagi ia anak bisnis, ia diminta untuk menemukan produk inovasi yang dapat bersaing di pasaran lokal maupun internasional. Zahirah adalah orang yang selalu merasa bahagia. Bagaimana tidak? ia selalu menikmati setiap jam, menit, dan detik yang ia lalui. Ia selalu bersyukur atas apa yang Allah berikan di dunia ini. Meskipun ia seorang anak yatim ia tidak bersedih hati karena ia yakin anak yatim adalah anak yang disayang Allah dan doa anak yatim adalah doa yang paling cepat diijabah oleh yang kuasa.
Zahirah tak pernah lupa memanjatkan doa untuk almarhum ayahnya. Ia juga sangat bersyukur karena mempunyai seorang ibu yang kuat dan tegar. Walau jauh dari ibunya Zahirah selalu mengingat dan menerapkan didikan yang telah ibunya berikan. Setiap hari Zahirah juga selalu mengabari ibunya yang ada di Indonesia. Walau hanya beberapa menit saja tapi ia selalu menyempatkan waktunya untuk menelpon, sms, atau video call kepada ibunya. Biasanya ia akan membicarakan hal-hal yang ia alami pada hari itu. Walau hampir setiap hari ia menghubungi ibunya tidak menutup kemungkinan ia tetap merindukan ibunya. Ia juga ingin sekali bertemu langsung dengan ibunya yang ada di Indonesia. Walau hal itu sangat jarang ia lakukan karena kampusnya hanya libur lama saat pergantian musim yang ekstream saja. Kalau hanya libur 1 atau 2 hari, Zahirah akan banyak menghabiskan waktunya untuk video call dengan ibu tercintanya.
***
            Hari ini di kampus Zahirah sedang mengadakan event peringatan hari perdamaian dunia. Vancouver university yang tidak pernah tanggung – tanggung dalam mengadakan event – event besar seperti ini. Vancouver university, kampusnya Zahirah mengadakan lomba debat mengenai kasus pelanggaran HAM di Kanada, lomba poster, lomba stan setiap fakultas, lomba essay tentang perdamaian, lomba cerpen, dan lomba-lomba lainnya yang seru dan menarik. Stan fakultasnya Zahirah terlihat sudah meriah dengan berbagai slogan perdamaian dunia, pernak-pernik hiasan lainnya, dan tak lupa banyak sekali aneka makanan yang mereka jual seperti cheese sandwich, choco roll, ice cream cake mini, dan Zahirah membuat makanan dari Indonesia yaitu batagor dengan bumbu seadanya saja.
Semua teman satu fakultas dengan Zahirah membawa barang dagangan masing-masing untuk mencirikan kalau stan mereka adalah stan fakultas bisnis. Nah untuk memanfaatkan event ini Zahirah, Carolin, dan Kevin menjual lukisan-lukisan Kevin. Tetapi Zahirah dan Carolin tidak menjual lukisan kaligrafi buatan Kevin karena di kampus ini yang agama islam hanyalah Zahirah dan Carolin. Semua perlombaan berjalan dengan baik, Zahirah juga ikut berpartisipasi dalam lomba essay perdamaian dunia dengan judul essay “Islamic love peace” yang memuat tentang arti damai dalam sudut pandang islam dan juga memberikan contoh toleransi dalam islam.
***
“Hy guys, wahh batagor buatanku udah abis ya?”, tanya Zahirah yang baru saja kembali ke stannya bersama Carolin karena tadi ia menjual 3 buah lukisan Kevin tentang perdamaian dunia.
“Uhh, your batagor are sold out Irah. Banyak yang suka sama makanan Indonesia ini Rah, besok-besok kita jual lagi ya hehe”, jawab seorang lelaki bertubuh gendut sambil mengipas-ngipas dengan uang hasil jualan batagor.
Yes! Thats right. Gue aja jadi doyan ama batagor bikinin lo Rah, entar malem bikin lagi dong, Gue ke asrama deh.”, ucap seorang gadis bertubuh mungil dengan rambut blonde nya sambil tersenyum dengan puppy eyes nya yang terkesan sangat imut.
“Alhamdulillah, iya deh nanti aku buatin kalian batagor, kali ini bakalan gratis.”, tanggap Zahirah sambil tersenyum ramah.
“Eh you promise Rah? Aku juga mau ke asramamu nanti malem.”, ungkap teman-teman Zahirah yang lain.
“Eh jangan nanti malem dong, kita kan banyak tugas. Besok siang deh, kita kan gak ada jam mata kuliah. Kalian ke dorm aja semua sekalian aku nanti bikin siomay nah rencananya aku mau bikin batagor dengan bumbu kering buat usaha kita itung-itung bisnis kecil-kecilan lah. Mau gak?”
“Ide bagus Irah, kenapa gak dari kemaren-kemaren aja, ini bakalan jadi usaha besar deh Rah. Hari ini aja 100 pack batagormu sold out semua malah ada yang mau beli lagi. Gimana kalau pemasaran pertama kita titipin di kantin kampus. Kantin kampus kan ada 4 nah, entar kita titip setiap kantin 50 pack aja dulu. Harganya jangan mahal-mahal biar banyak yang beli. Nah kalau untungnya udah banyak entar kita buka batagor cafe aja. Biar bisa ngeringanin biaya kuliah.”, jelas sang kapten, David Lehre dengan gayanya yang swag dan karismanya yang berwibawa.
“Boleh tuh, biar kita punya cafe sendiri sekalian nunjukkin jati diri anak bisnis wkwk hehehe.”, ucap Carolin dengan cengiran lucunya.
“Woah thats right guys! Oke deh kita siapin aja semuanya. Jangan lupa, besok siang ke asramaku ya temen-temen.”, ucap Zahirah penuh antusias.
***
           Siang ini langit Ottawa nampak begitu biru nan cerah. Matahari mulai menyengat siapa saja yang ada di bumi. Hari ini teman sefakultas dengan Zahirah datang ke asramanya Zahirah. Tepat pukul 13.00 waktu Kanada, teman-teman satu fakultas dengan Zahirah datang berbondong-bondong untuk membuat batagor. Namun, sebelum mereka membuat batagor. Zahirah akan pergi ke super market terlebih dahulu untuk membeli bahan-bahan yang dibutuhkan.
“Guys, aku sama Carolin mau beli bahan-bahannya dulu ya. Buat sementara waktu kalian disini bikin kemasan batagornya ya, jangan lupa yang menarik. Oke guys?”, pintah Zahirah kepada segerombolan teman-temannya yang sudah memenuhi teras belakang kamar asramanya Zahirah, mereka tidak bisa masuk ke dalam asrama karena ada penjaganya jadi hanya bisa di belakang kamar asramanya Zahirah. Lagian di sana cukup luas, sejuk, dan juga Zahirah sudah menyiapkan semua peralatan untuk memasak batagor.
“Oke cheef ...”, jawab teman-teman Zahirah serentak.
Zahirah dan Carolin pun berlalu pergi dengan mobil sedannya Carolin.
***
            Mobil sedan hitam yang dikendarai Zahirah dan Carolin melaju dengan santai. Dengan atap atas mobil yang disengaja terbuka. Tak lama sedan hitam pun berhenti di salah satu super market di Ottawa. Sang pemilik pun segera turun dengan anggunnya. Kedua muslimah ini segera melenggang masuk ke dalam super market. Tak lupa sambutan hangat dari pegawai  super market menanti mereka, seperti biasanya.
“selamat pagi, selamat bersenang-senang”, ucap salah seorang pegawai super market  dengan senyuman.
“Pagi ...”. jawab Carolin dan Zahirah kompak.
            Dengan segera mereka mendaratkan kaki ke dalam ruangan ber- AC. Carolin dan Zahirah langsung mengambil keranjang dorong dengan memasukkan beberapa bahan baku untuk membuat siomay dan batagor. Setelah cukup lama memilah dan memilih Carolin dan Zahirah segera mendorong keranjang ke meja kasir dan membayar semua belanjaan mereka kepada kasir supermarket yang ber name tag Roeng Kanas. Dengan menenteng kantong belanjaan, mereka berdua segera menuju pintu keluar super market dan tak lupa diiringi salam ramah dari pegawai super market tersebut.
“Selamat pagi, terima kasih atas kunjungannya.”
“Pagi, no problem sir”, ucap Carolin.
***
            Semua mahasiswa dan mahasisiwi fakultas bussines di Vancouver University of Ottawa sudah siap sedia dengan berbagai kebutuhan untuk persiapan CO pertama mereka. Ada Catrine gadis kurus dengan rambutnya yang panjang dan lurus sibuk mencetak stiker kemasan batagor dan siomay yang akan mereka buat nantinya. Ada Brodie dengan tubuh atletisnya dan kulit hitamnya yang sibuk push up saat menunggu kedatangan Carolin dan Zahirah membawa bahan baku. Ada gadis centil dengan rambut blondenya yang bertubuh mungil sedang asyik menggoreng kentucky untuk camilan teman-temannya yaitu Grenita Jamia. Ada juga si tampan David Lehre yang sibuk googling tentang makanan khas Indonesia yang akan mereka buat yaitu ‘Batagor’ dan ‘Siomay’.
Tak lupa pula Jesiy Tee yang sibuk membuat lemon juice dalam porsi super untuk teman-temannya. Dan jangan lupakan Vevirly yang ikut andil untuk menghebohkan asrama belakang dengan suara acoustic dari petikan gitarnya diiringi suara merdu dari James, Agnes, Katty, dan teman-teman yang ikut-ikutan nyanyi lagu All of me John Legend. Seakan terbawa suasana mereka semua tidak memperdulikan penghuni asrama lain yang mungkin akan terganggu karena kebisingan yang mereka buat. Mereka hanya having fun sambil menunggu Carolin dan Zahirah. Tak lama setelah itu, yang ditunggu pun datang dengan membawa tentengan di tangan.
Hello guys ... I am coming”,ucap Carolin dengan nada suara seolah sudah lama tak kembali. Diiringi senyuman manis Zahirah.
“Woh sist lama sekali aehhh...”, gerutu si manja Cania
“Yeyy, ayo cepet-cepet kita bikin betegour dan siomay yukk”, timpal Vevirly yang mengeja batagor dengan aksen bahasa Perancisnya yang khas, karena diantara teman sefakultas Zahirah yang selalu menggunakan bahasa perancis hanyalah Vevirly, maklumlah ia berasal dari Quebeq, Kanada bagian Timur. Quebeq adalah daerah Kanada yang dulunya pernah dijajah negara Perancis. Yah sebenarnya mereka semua mengerti apa yang Vevirly katakan karena notabenya Kanada adalah negara yang punya 2 bahasa resmi yaitu bahasa Inggris dan Perancis. Namun, kebanyakan dari mereka menggunakan bahasa Inggris karena memang sebagian besar anak fakultas bussiness ini berasal dari Ottawa, ibukotanya Kanada.
“Iya,iya, sabar dong, Ver.”, ucap Zahirah sambil mengeluarkan semua belanjaannya dari kantong plastik.
“Oke semuanya attention please.... sekarang kita bagi tugas ya, Carolin, Catrine, Brodie, Vevirly, Jamia, sama Agnes kalian yang masukin bumbu keringnya ke plastik ini ya, ada rasa berbeque, pizza, dan hot chili. Terus Cania, Katty, Jesiy kalian bantuin Zahirah bikin saus originalnya ya. Yang ada kacang sama kecapnya itu loh buat bumbu siomay. Kalau batagor kita kan mau bikin yang versi kering karena kemarin kita udah jual yang kayak Indonesia banget. Setuju temen-temen?”, cerocos David yang membuat semua teman-temannya terdiam menatapnya.
            David Lehre sang captain seolah sudah sangat berpengalaman membuat makanan khas Indonesia ini. Ia me manage teman-temannya untuk bekerjasama dalam pembuatan batagor dan siomay. Lebih-lebih dari Zahirah, ia benar-benar sangat hapal apa-apa yang diperlukan untuk membuat batagor dan siomay. Bahkan Zahirah pun terlihat speachless mendengarkan perintah sang captain. Tidak hanya Zahirah bahkan semua teman-teman yang ada disana.
“Wow, Kapten, did you ever make this?”, ucap Katty yang mengaga sejenak mendengart ucapan David.
“Masha Allah David, kamu tau dari mana?”, Kepo Zahirah pada David.
“Hehehe... oke teman-teman, gak usah bengong gitu dong. I am googling it guys.”, jelas David sambil menunjukan  layar iphone nya.
“Idihh pantesann huhhhh kapten curang...”, sorak semuanya.
“Ya ampun bro, gue kira lo kesambet setan Indonesia. Ternyata lo kesambet beneran”, ucap Brodie yang kata-katanya sangat absurd.
“Eh udah-udah, gak usah ribut gini dong. Ayo kita mulai kerjanya temen-temen biar cepet selesai.”, David Lehre membela diri.
***
            Tak terasa hari kemarin dilalui dengan penuh kesenangan walaupun sedikit melelahkan tapi tetap mengasyikan. Itulah kira-kira inti obrolan dari anak-anak fakultas bisnis di universitas Vancouver. Mereka semua sangat menikmati hari kemarin. Ditambah lagi mereka semua dapat mencicipi makanan yang mereka buat sama-sama. Batagor dan siomay yang mereka buat sudah mereka titipkan ke kantin-kantin kampus mereka. Sekarang mereka tinggal menunggu hasil penjualan dari batagor dan siomay yang mereka buat.
“Eh Rah, kira-kira dagangan kita habis gak ya?”, tanya Carolin
“ya, doain aja semoga sold out semua yah”, jawab Zahirah dengan senyuman.
Ketika keduanya asyik berbincang dari arah berlawanan seorang pria dengan perawakan yang tinggi rata-rata pria Kanada, berjalan dengan menenteng kertas di tangan dan tas ransel di pundak. Pria itu berjalan kearah Zahirah dan Carolin.
morning guys nih aku bawa lukisan baru kalian yang order yahhh...”, ucap si tampan Kevin Wu
“hmmm Kevin, wahhh ini pasti Zahirah kan. Tuh liat Rah, walaupun dari samping lukisan ini bener-bener mirip kamu. Cieee cieee Kevin ngelukis Zahirah ciee”, sergap Carolin sambil menyenggol bahu Zahirah disampingnya.
“Apaan sih Carolin masa iya itu aku. Ngapain juga Kevin ngelukis aku mending ngelukis sungai Ottawa yang cantik nan bersih iya kan Kevin?”
“Hmmm, eh iya Zahirah, tapi ini aku ngelukis cewek pakai jilbab ini, menurutmu gimana?”, tanya Kevin.
“Cantik, tapi ini dari samping ya? Kenapa gak keliatan mukanya Kev?”
“Hmm, gak ah biarin aja. Biar yang lihat penasaran ini siapa gitu. Hehehe”, Kevin nyengir kuda.
“Emang yang ini mau dijual juga ya?”, Carolin memotong pembicaraan Zahirah dan Kevin.
“Kayaknya gak usah deh, yang ini buat aku pajang di kamar aja. Nah yang dijual yang ini aja, ini kan lukisan tentang keindahan kota Calgary di malam hari indah bukan?”
“Ah Heart of the new west (Hati barat baru) indah banget Kevin”, sergap Carolin dan Zahirah serempak.
“Uhhh ternyata kalian tau juga ya motto masyarakat Calgary? Hebat-hebat kalian berdua emang top deh, yaudah sekarang ini kalian jual ya guys. Aku mau masuk dulu ya.”, ucap Kevin sambil menyodorkan lukisan kota Calgary di malam hari dengan lanskap yang begitu kemerlap.
***
            Semua mahasiswa dan mahasiswi Vancouver University berkumpul di gedung serbaguna kampus. Mereka sudah duduk rapi dengan gaya yang berbeda-beda. Ada yang memakai baju merah, baju kuning, baju hijau, hitam, ungu, dan ada juga yang memakai baju ombre. Ada yang bergaya natural ada yang bergaya over dan ada yang hanya bergaya biasa-biasa saja. Semua gaya, karakter, jurusan, dan tentunya wajah yang berbeda-beda sudah berkumpul semua. Namun ada yang paling mencolok diantara semua perbedaan itu. Dua gadis cantik yang memakai jilbab terlihat sangat mencolok karena jilbabnya. Kenapa? Karena hanya mereka berdua yang memakai jilbab selebihnya tidak ada.
Namun, di Kanada tidak ada yang rasisme, jadi mereka berdua tetap aman terkendali. Mereka semua sedang menunggu penggumuman pemenang lomba-lomba pada hari perdamaian dunia yang diadakan di kampus mereka. Semua piala-piala dan juga piagam, serta bingkisan dan uang tunai sudah tersusun rapi di atas panggung gedung serbaguna. Banyak yang berharap mereka memenangkan lomba-lomba di masing-masing kategori tersebut karena hadiahnya lumayan besar.
            Saat beberapa panitia lomba naik ke atas panggung dengan membawa secarik kertas di tangan, semuanya nampak bersorak-sorai. Apalagi ketika panitia menyebutkan nama-nama pemenang lomba dari berbagai kategori. Tak lupa ratusan bahkan ribuan tepuk tangan mengiringi setiap akhir ucapan sang panitia. Semua pemenang lomba sudah naik ke atas panggung dengan wajah bahagia. Mereka semua berfoto sambil memegang hadiah dan tentunya piagam. Tak terkecuali Zahirah, ia juga berdiri di barisan pemenang.
Zahirah memenangkan lomba essay, ia mendapatkan juara pertama. Ada juga sang kapten David Lehre yang menang lomba debat sebagai juara kedua. Tak lupa pula perwakilan dari fakultas bisnis, fakultasnya Zahirah si centil Jesiy juga berdiri di barisan para pemenang karena stan mereka menang sebagai juara 3 dalam kategori stan teramai penggunjung. Partnernya Zahirah si anak seni juga berdiri di barisan pemenang, ia memenangkan lomba poster sebagai juara pertama, dan pemenang-pemenang lainnya. Hari itu menjadi hari yang mengembirakan bagi semua mahasiswa dan mahasiswi vancouver university.
“Yeayy Zahirah selamat ya, yang aku tahu setelah ini kamu harus mentraktirku ya...”, pelukan hangat Carolin untuk sahabatnya Zahirah.
“Hmm, iya-iya. Makasih ya sahabatku yang cerewet...”, Zahirah mencubit pipi Carolin.
“Eh, stan kita menang juga loh, sang kapten juga menang. Alhamdulillah ...”
“Iya Irah alhamdulillah, ... hmmm liat deh Rah mereka disana foto-foto, ayo kita ikutan Rah”, Carolin menarik tangan Zahirah sehingga membuat Zahirah mau tidak mau harus mengikuti kehendak sahabatnya itu.
“Iya-iya Zahirah, sabar dong..”
Disaat asyik berfoto ria, ada seorang lelaki yang memanggil Zahirah, ia memberikan isyarat mengajak Zahirah mendekat ke arahnya.
“Zahirahhh ... “, panggil Kevin
“Eh Kevin, ada apa?”, ucap Zahirah seraya berjalan mendekati Kevin
“Foto yuk...”, Kevin menunjukkan ponselnya pada Zahirah.
“Oh, oke oke, ajak Carolin juga ya, bentar aku panggil dulu.”, Zahirah membalikkan badan dan berjalan ke arah Carolin yang sedang memonyongkan bibirnya sebagai ekspresinya di dalam kamera.
“Ayo foto sama Kevin, tuh dia nungguin disana.”, tanpa menunggu jawaban dari Carolin Zahirah langsung menarik tangan Carolin dan menyeretnya ke arah Kevin.
let’s say ciss guys”, kevin menekan layar handphone nya yang berukuran 5,2 inch itu. Tak menunggu waktu yang lama, beberapa jepretan foto dengan berbagai gaya sudah di dapatkan.
Thanks my partner, aku bergabung dengan mereka dulu ya...”, Kevin berjalan kearah kerumunun anak fakultas seni.
“Oke baiklah-baiklah, dahh...”, Zahirah dan Carolin kompak melambaikan tangan.
Acara hari ini benar-benar sukses, banyak para mahasiswa dan mahasiswi vancouver university mengabadikan momen itu. Banyak juga yang merasa bahagia dan bersyukur karena telah memenangkan lomba. Meski perlombaannya hanya dalam lingkup kampus mereka saja, tapi mereka sangat bangga mendapatkan piagam dari vancouver university karena akreditasi kampus ini tidak diragukan lagi bahkan lulusan dari kampus ini seratus persen tak ada yang menganggur. Banyak alumnus dari vancouver university yang menjadi orang hebat dan terkenal di dunia ini. Tak di ragukan lagi kalau alumnus ini menanti-nantikan piagam atau hanya sekedar sertifikat dari kampus ini saja, tentunya hal itu akan menambah nilai plus untuk mereka mendapatkan tawaran pekerjaan yang spektakuler.
***
            “Hallo ibu, Assalamualaikum. Selamat ulang tahun ibuku sayang aku sangat merindukan ibu. Ibu rasanya aku ingin sekali pulang kerumah dan memeluk ibu. Aku juga ingin memakan keripik keju buatan ibu. Aku juga sudah lama sekali bu sudah tidak makan kue sus kering rasa coklat yang biasa ibu buat khusus untukku. Ibuuu ..”, cerocos Zahirah seolah tak memeberikan cela untuk ibunya berbicara.
“Waalaikumsalam anakku sayang. Apakah ngomongmu sudah selesai? Kau memberikan ibu banyak sekali pertanyaan padahal baru sehari kau tidak menelpon ibu ya. Alhamdulillah ibu baik-baik saja. Hei Zahirah dengar ibu ya, ibu juga sangat sayang pada Zahirah. Pada hari ulang tahun ibu, ibu berdoa untuk kesuksesanmu nak. Semoga kau selalu ingat Allah di setiap perbuatanmu dan juga hapalanmu tetap kau ingat dan kau amalkan. Ibu juga ingin sekali mengirimkan makanan kesukaanmu tapi, sulit kalau mengirim makanan ke luar negeri nak. Apalagi kita sudah beda benua seperti ini.”
“Hehehhe ibu bisa saja. Alhamdulillah bu hapalan Zahirah nambah lagi, Zahirah udah hapal juz 30 juga bu, jadi jumlahnya Zahirah sudah hapal 13 juz bu. Sebenernya Zahirah juga sempet ada surat-surat yang lupa bu tapi, karena tips dan juga tentunya doa dari ibu Zahirah jadi ingat kembali sampai sekarang bu. Zahirah masih terus menghapal bu walaupun tidak bisa sebanyak waktu Zahirah di Indonesia karena disini Zahirah disibukkan dengan berbagai macam tugas bu. Syukurlah Zahirah bisa menjaga hapalan ini bu, ini semua demi ayah dan juga ibu.”, ucapan Zahirah terhenti akan air mata yang mulai jatuh di pipinya. Seketika ia mengingat ayuahnya yang sudah lama meninggal.
“Nak, jangan nangis Zahirah. Ayahmu akan sedih melihat putrinya menangis. Ayahmu pasti senang melihat anak gadisnya yang tetap semangat menghapal Al-qur’an meski kau disibukkan tugas kuliahmu nak. Percayalah Zahirah, La tahzan inallaha ma’ana. Allah menjaga ayahmu nak, ayah sudah di surga.”, bunda Zahirah juga menangis, walau tetap tersenyum agar putrinya tak mengetahui kalau ibundanya sedang menangis.
“Iya bu. Ibu benar, jangan bersedih Allah bersama kita. Aku akan wujudkan keinginan ibu dan ayah. Ibu juga harus tetap semangat disana ya bu, ingat Allah juga bu. Aku sayang ibu. Doaku yang terbaik untuk ibu. Oh ya bu, aku mengirim sedikit uang ke rekening ibu. Alhamdulillah Zahirah dapat rejeki dari lomba essay bu. Hadiahnya lumayan bisa buat nabung sama ngirim uang buat ibu.”
“Eh nak, seharusnya kamu tabung saja uang itu. Gak usah kirim ibu, lagian disini ibu kan juga cukup. Biar nanti ibu kirim lagi ya uangmu nak.”
“Sttstt, ibu ku mohon terimalah sedikit uang dariku bu. Aku tahu ibu cukup, tapi apa salahnya kalau anakmu ini ingin mencoba memberi sedikit uang untuk ibunya yang terhebat sedunia. Simpan saja uang itu bu kumohon ya ibuku sayang.”
“Yah kau ini Zahirah bisa saja membujuk ibumu. Ya sudah terima kasih ya anak ibu yang cantik, pintar, dan terbaik sedunia.”
“Ibu jangan berlebihan lah. Ibu bisa saja menggodaku. Sudahlah yang kuberikan itu tidak seberapa jika dibandingkan dengan kasih sayang yang telah ibu berikan kepadaku. Sudah ya ibuku sayang. Sudah dulu ya telponan kita Assalamualaikum cantik hehehhe.”
“Ih nakal ya kamu, Walaikumsalam nakal, uhh.” Telpon terputus.
            Begitulah percakapan seoarang anak gadis dengan ibunya yang sedang berulang tahun tepatnya pada tanggal 31 nopember. Sungguh mereka adalah wanita yang luar biasa, mereka sama-sama tinggal sendirian di tempat yang berbeda benua. Meski begitu, mereka menjalani hari-hari mereka dengan penuh semangat dan rasa syukur kepada Allah. Manis pahit kehidupan telah mereka rasakan. Meski hidup sebagai seorang janda, ibunda Zahirah tidak kehilangan akal. Ia juga mulai mengais rezeki demi mencukupi kehidupannya dengan menjahit.
Setiap rupiah yang ia peroleh ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan terkadang juga ia mengirim uang untuk anaknya Zahirah yang sedang mengampuh pendidikan di benua Amerika tepatnya di Kanada. Ia juga dikarunia seorang putri solehah yang pintar dan juga cantik, karena sesungguhnya ia tidak perlu lagi memikirkan biaya pendidikan putrinya, karena putrinya mendapatkan beasiswa dari pemerintahan Indonesia karena kepandaian dan prestasi-prestasinya putrinya itu. Hanya satu keinginannya di dunia ini, ia ingin melihat putrinya sukses dunia dan akhirat.
***

Komentar

Postingan populer dari blog ini

kata kerja masu dalam bahasa jepang beserta terjemahannya

 No Kata kerja dasar golongan Kata kerja masu   ます Arti 1 Kau かう 1 kaimasu かいます Membeli 2 A u あう 1 aimasu あいます Bertemu 3 Utau うたう 1 utaimasu うたいます Melagukan 4 Matsu まつ 1 Machimasu まちます Menunggu 5 Tatsu たつ 1 Tachimasu たちます Berdiri 6 Wakatsu わかつう 1 wakachimasu わかちます Membagikan 7 Nor u のる 1 Narimasu なります Naik 8 Tsukuru つくる 1 Tsukurimasu つくります Membuat 9 Wakaru わかる 1 Wakarimasu わかります Mengerti 10 Asobu あそぶ 1 asobimasu あそびます Bermain 11 Tobu とぶ 1 Tobimasu とびます Terban...

contoh Recount text

Recount Text adalah teks yang menceritakan suatu kejadian yang telah terjadi atau secara singkat, recount text adalah teks yang menceritakan ulang suatu kejadian atau peristiwa yang telah terjadi. Pada tulisan saya kali ini, saya akan memberikan 3 contoh recouny text. Contoh Recount Text : 1. Antusiasme Guru SMANDA Dalam Memperingati HUT PGRI Ke-70 Tepat pada tanggal 25 November 2015 seluruh sekolah memperingati hari guru nasional yang ke-70 atau yang lebih dikenal dengan HUT PGRI ke-70 tak terkecuali SMA Negeri 2 Unggul Sekayu. Hari ini, pukul 07.30 WIB seluruh warga SMA Negeri 2 Unggul Sekayu dikumpulkan di lapangan SMANDA, akan tetapi upacara kali ini berbeda dari biasanya karena petugas upacaranya dari kalangan guru. Pada saat itu para guru yang menjadi tugas upacara sibuk latihan dengan tugasnya masing-masing. Diantara mereka yang menjadi petugas yaitu, ibu Nur sebagai wakil dari kepala sekolah sebagai pembina upacara, pak Darmawan sebagai pemimpin upacara, ibu Suci s...

contoh teks eksplanasi media sosial

Media Sosial Media sosial merupakan saluran atau sarana pergaulan sosial secara online di dunia maya dimana para penggunanya dapat dengan mudah mencari teman, mengirim pesan, membagikan berita, dan aktivitas lainnya. Sebagai salah satu media komunikasi, media sosial tidak hanya dimanfaatkan untuk berbagi informasi dan inspirasi, tetapi juga ekspresi diri, pencitraan diri, dan ajang curhat, bahkan keluh - kesah dan sumpah - serapah. Saat ini, media sosial sepertinya sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan. Tua muda, pria wanita, bos besar sampai Office boy pun sepertinya sudah mengenal dan mengetahui tentang media sosial. Beberapa media sosial yang populer di Indonesia yaitu facebook, twitter, instagram, google plus, ask fm, tumblr, flickr, pinterest, path, dan beberapa sosial chat seperti bbm, line, whats app, dan lain sebagainya. Perkembangan teknologi informasi yang pesat merupakan salah satu penyebab booming nya media sosial. Zaman sekarang med...