Langsung ke konten utama

contoh makalah sistem ekonomi indonesia



LANDASAN FILOSOFIS SISTEM EKONOMI INDONESIA

1.      LATAR BELAKANG
Hal yang paling mendasar dalam sistem ekonomi ekonomi adalah nilai-nilai dasar yang bersifat ideologis. Nilai-nilai dasar tersebut sangat penting karena di atas nilai-nilai dasar itulah dibangun sistem ekonomi. Nilai-nilai dasar itu selanjutnya akan menjadi pijakan yang mewarnai sekaligus menjiwai seluruh komponen sistem ekonomi. Tanpa landasan ideologis, sistem ekonomi akan kehilangan ruh, jati diri, dan berubah menjadi pedoman yang bersifat teknis dan teoritis.
Selanjutnya karena bersifat ideologis maka nilai-nilai dasar juga menjadi landasan bagi semua aspek kehidupan, termasuk di dalamnya aspek politik dan sosial. Hal inilah yang menyebabkan landasan filosofis menjadi penting, karena tanpa adanya dasar arau landasan maka sistem ekonomi tidak dapat dibangun. Melalui landasan filosofis sistem ekonomi Indonesia maka nantinya akan dijabarkan lebih dalam lagi mengenai asas, sendi-sendi, serta prinsip-prinsip dalam sistem ekonomi Indonesia.
2.      RUMUSAN MASALAH
Adapun topik pembahasan yang diangkat dalam makalah ini antara lain :
1.      Apa yang dimaksud dengan nilai ideologis bangsa Indonesia?
2.      Apa saja asas-asas sistem ekonomi di Indonesia?
3.      Apa saja yang menjadi sendi-sendi sistem ekonomi di Indonesia?
4.      Apa saja prinsip-prinsip sistem ekonomi Indonesia?
5.      Bagaimanakah hubungan atau harmonisasi antara sistem ekonomi dengan sitem politik dan sistem sosial di Indonesia?
3.      TUJUAN
Makalah ini dimaksud untuk :
1.      Menjelaskan apa yang dimaksud dengan nilai ideologis bangsa Indonesia
2.      Menjelaskan apa saja asas-asas sistem ekonomi di Indonesia
3.      Menjelaskan apa saja yang menjadi sendi-sendi sistem ekonomi di Indonesia
4.      menjelaskan apa saja prinsip-prinsip sistem ekonomi Indonesia
5.      Menjelaskan hubungan atau harmonisasi antara sistem ekonomi dengan sitem politik dan sistem sosial di Indonesia
BAB II
ISI
A.    NILAI IDEOLOGIS BANGSA INDONESIA
Hal yang paling mendasar dari setiap sistem ekonomi adalah nilai-nilai dasar yang bersifat ideologis. Nilai-nilai dasar tersebut sangat penting karena di atas nilai-nilai dasar itulah dibangun sistem ekonomi. Nilai-nilai dasar itu selanjutnya akan menjadi pijakan yang mewarnai sekaligus menjiwai seluruh komponen sistem ekonomi. Tanpa landasan ideologis, sistem ekonomi akan kehilangan ruh, jati diri, dan berubah menjadi pedoman yang bersifat teknis dan teoritis.
a. Nilai Ideologis Bangsa Indonesia
Menurut Nasikun (2007), ada dua konsep yang dapat digunakan untuk memahami dinamika kehidupan sosial di Indonesia, yaitu pendekatan fungsionalisme structural dan pendekatan konflik. Menurut pendekatan fungsionalisme-struktural, sistem sosial masyarakat pada dasarnya harmoni atau seimbang. Alasannya, sistem sosial merupakan integrasi dari berbagai bagian sistem yang berhubungan satu sama lain. Setiap masyarakat memiliki tujuan dan prinsip-prinsip dasar di mana sebagian besar masyarakat menerimanya sebagai sesuatu yang benar.
Menurut pendekatan konflik, evolusi sosial muncul karena adanya unsur-unsur yang saling bertentangan yang bersumber dari pembagian kekuasaan atau kewenangan yang tidak merata. Ketimpangan dalam pembagian kekuasaan ini menghasilkan kepentingan dan kompensasi yang berbeda, atau bahkan bertentangan sehingga konflik tidak bisa dihindarkan.
Sekarang kembali pada sistem sosial masyarakat di Indonesia yang bersifat plural. Mengikuti pendekatan fungsionalisme struktural, terjadinya kehidupan yang harmonis merupakan bukti adanya nilai pengikat yang sudah disepakati bersama. Dalam persepektif sejarah, nilai yang dimaksud adalah nilai persatuan yang secara formal dicetuskan pada tahun1928 oleh sumpah pemuda, yang mengakui satu bangsa (Bangsa Indonesia), satu bahasa (Bahasa Indonesia), dan satu tanah air (Tanah Air Indonesia).
Nilai inilah yang membangkitkan semangat untuk mengusir para penjajah.  Secara politik nilai-nilai sumpah pemuda sebenarnya baru mengikat bangsa Indonesia yang majemuk menjadi satu dan belum menjadi konsesus bersama mengenai bagaimana kehidupan bangsa Indonesia itu diselenggarakan (Nasikun, 2007). Baru setelah kemerdekaan konsensus itu terwujud dengan ditetapkannya pancasila sebagai dasar negara.
Peran penting Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia :
·         Sebagai kesepakatan bersama untuk menyatukan kemajemukan Indonesia tentang toleransi timbal balik antar-warga negara dalam hal agama, suku, ras, dan tingkatan sosial.
·         Sebagai konsensus bersama untuk menyelenggarakan kehidupan bersama bagi bangsa Indonesia diatas nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Konsekuensinya, penyelenggaraan kehidupan dalam bidang politik, hukum, ekonomi, hankam, dan sosial harus mencerminkan nilai-nilai pancasila (khususnya nilai keadilan).

B.     ASAS SISTEM EKONOMI INDONESIA
            Indonesia adalah Negara dengan penduduk yang plural, yang tidak hanya memiliki satu macam suku yang mendiami Negara tersebut. Namun, Indonesia memiliki ratusan suku yang membuatnya menjadi negara yang kaya akan keberagaman. Kemajemukan yang dimiliki oleh Indonesia ini yang kemudian menjadikan Indonesia dalam sistem ekonominya berasaskan kebersamaan dan kekeluargaan. Karena kebersamaan dan kekeluargaan yang menjadikan keberagaman suku, adat, dan budaya di Indonesia bersatu dalam NKRI.
            Dari kebersamaan kemudian menciptakan sikap lebih mendahulukan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi, lalu menepiskan egoisme dikalangan masyarakat. Kemudian merujuk pada Pasal 33 ayat 1 UUD 1945 yang berbunyi “Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.”, dalam pasal tersebut jelas bahwa asas system ekonomi Indonesia selanjutnya adalah kekeluargaan. Dalam kekeluargaan ini kepentingan dan kesejahteraan bersama adalah harga mati, harus lebih diutamakan.
Apabila ini diterapkan dengan benar, rakyat Indonesia akan memiliki rasa kesatuan dan persatuan yang benar-benar satu sehingganya perekonomian di Indonesia akan berjalan lancar, tidak ada kapitalisme yang terjadi di tengah-tengah kegiatan ekonomi masyarakat. 

C.    SENDI – SENDI SISTEM EKONOMI INDONESIA
Sistem ekonomi Indonesia harus memiliki sendi-sendi yang berpacu pada pancasila, karena pancasila sebagai dasar Negara yang memiliki nilai-nilai kehidupan masyarakat Indonesia. Sendi-sendi ini berperan sebagai rambu-rambu dalam merumuskan semua komponen (sub-sistem) dan sebagai rambu-rambu dalam menjalakan system ekonomi, sendi-sendi tersebut antara lain:
1.      Sendi Ketuhanan
Seseorang yang beragama memiliki tujuan berekonomi yang tidak hanya untuk mencari kesejahteraan di dunia saja, tetapi juga kemuliaan di akhirat. Tidak hanya bermanfaat bagi dirinya, tetapi juga bermanfaat untuk keluarganya, tetangganya, dan masyarakat lainnya. Sila ketuhanan juga sangat penting dalam menjalankan perekonomian, karena kegiatan perekonomian harus berjalan sesuai dengan sifat-sifat Tuhan yaitu kejujuran dan keadilan.
Seperti yang sudah kita ketahui, kegiatan ekonomi melibatkan banyak pelaku ekonomi yang sering kali tidak kita kenal, contohnya di pasar. Pasar harus diatur sedemikian rupa agar tercipta suatu keadialan, hanya pasar yang adil yang bisa menjamin pelakunya berlaku jujur. Demikian pula dalam pemerintahan, pemerintahan harus bersikap adil dan jujur dalam menjalankan sistem perekonomian, tidak memihak salah satu pihak.
             Kaitan antara sila ketuhanan dan kegiatan ekonomi tidak hanya sebatas keadilan dan kejujuran, masih bias diperluas seperti penerapan sistem ekonomi yang didasarkan pada ajaran agama. Sistem ekonomi yang didasarkan pada ajaran agama juga memiliki peluang untuk dipraktikkan di Indonesia.
            Pada hakikatnya, alam dan kekayaan yang ada didalamnya adalah milik tuhan. Manusia hanya diberi amanah untuk mengelolanya. Dalam sistem kepemilikan, kepemilikan atas alam adalah kepemilikan bersama bukan kepemilikan individual. Sehingga agar terstruktur, kepemilikan bersama tersebut dipegang oleh pemerintahan, sesuai dengan Pasal 33 Ayat 3 UUD 1945. 
2.      Sendi Kemanusiaan
Dalam sila kedua, sistem ekonomi Indonesia harus menempatkan manusia sesuai derajat kemanusiaannya. Maksud dari sesuai derajat kemanusiaannya adalah manusia harus ditempatkan diposisi yang paling tinggi dari pada faktor produksi, modal, dan lain sebagainya. Setiap orang bebas memilih kegiatan ekonomi sesuai kehendaknya, sepanjang tidak merugikan kepentingan orang lain. Manusia merupakan tujuan utama Sistem Ekonomi Indonesia, karena tujuan utama Sistem Ekonomi Indonesia yaitu untuk mensejahterakan manusia. Kesejahteraan bukan hanya terpenuhinya sandang, pangan, dan papan, tetapi juga terpenuhinya akan rasa aman terhadap jiwanya, akalnya, dan lain sebagainya. Dalam menjalankan kegiatan ekonomi, pelaku ekonomi pasti membutuhkan bantuan pelaku ekonomi lainnya untuk mencapai tujuannya, hal tersebut menunjukkan bahwa kegiatan ekonomi perlu diselenggarakan dengan semangat kerja sama yang saling menguntungkan.
3.      Sendi Persatuan/Kebangsaan
Indonesia memiliki masyarakat yang berlatar belakang berbeda-beda, baik berbeda suku, budaya, maupun ras. Oleh sebab itu, Sistem Ekonomi Indonesia harus di bangun diatas pondasi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyelenggarakan kegiatan ekonomi, yaitu:
1.      Penyelenggaraan ekonomi harus menyertakan semua orang untuk berpartisipasi dalam kegiatan perekonomian.
2.      Penyelenggaraan pambangunan ekonomi harus dilaksanakan secara integral. Artinya, tidak ada dominasi satu sektor atas sektor lain, tidak ada dominasi satu wilayah atas wilayah lain, dan lain sebagainya.
3.      Kegiatan ekonomi terselenggara secara merata di semua sektor, wilayah, dan lapisan ekonomi.
4.      Penguasaan sumber daya ekonomi dan keuangan harus terdistribusi secara merata dan adil di antara para pelaku ekonomi dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Maka sesuai sila persatuan, kegiatan ekonomi harus dilandasi oleh semangat persatuan dan kesatuan para pelaku ekonomi pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya.
4.      Sendi Kerakyatan
Sistem ekonomi indonesia berlandaskan pada kedaulatan rakyat. Maksud dari berlandaskan pada kedaulatan rakyat adalah kegiatan ekonomi yang bersumber dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Dari rakyat, berarti kegiatan ekonomi dapat terlaksana setelah mendapatkan mandat dari rakyat. Rakyat merupakan pihak paling berkuasa dalam menetapkan tatanan ekonomi melalui wakil - wakilnya. Oleh rakyat, berarti kegiatan ekonomi dilaksanakan oleh rakyat itu sendiri.
Dan untuk rakyat, berarti tujuan dari dilaksanakannya kegiatan ekonomi adalah menciptakan kesejahteraan untuk rakyat. Maksud dari rakyat disini adalah seluruh warga negara bukan perorangan saja. Demokrasi ekonomi didasarkan pada kebersamaan yang ditujukan pada kemakmuran bersama bukan demokrasi yang didasarkan pada semangat individualisme atau persaingan bebas antarindividu.
Demokrasi ekonomi indonesia bersifat khas. Negara menguasai sektor-sektor yang strategis tetapi juga bertanggung jawab pada kesejahteraan masyarakat. Masyarakat miskin atau terlantar yang tidak mampu diurus oleh negaranya, maka kesejahteraan mereka menjadi tanggung jawab negara. Dalam demokrasi ekonomi, semua pelaku ekonomi memiliki kesempatan yang sama. Hanya saja,
karena kemampuan setiap pelaku ekonomi berbeda-beda, maka ada pembagian tugas kerja diantara mereka. Negara dan pemerintah mengelola aset-aset ekonomi yang strategis, sedangkan swasta dan koperasi diperbolehkan menguasai sektor-sektor atau aset-aset yang tidak dikuasai oleh negara.

D.    PRINSIP-PRINSIP PENYELENGGARAAN SISTEM EKONOMI INDONESIA
Prinsip-prinsip penyelenggaraan ini memberikan petunjuk bagaimana penyelenggaraan system ekonomi Indonesia yang berasas kebersamaan dan kekeluargaan itu. Hal tersebut tidak lain untuk mencapai tujuan system ekonomi, yaitu kesejahteraan yang berdasarkan keadailan sosial. Menyesuaikan dengan tujuan tersebut, maka Indonesia memiliki keadilan dan kemanfaatan dalam prinsip penyelenggaraan sistem ekonominya.
Prinsip keadilan ini bersesensi pada terpenuhinya hak. Besaran hak disini haruslah proposrsional, atau berdasarkan kepantasan. Maksudnya hak yang diterima haruslah berdasarkan apa yang telah dikorbankan maupun diperjuangkan, sehingganya nanti tidak akan menimbulkan rasa iri dikalangan masyarakat. Karena apa yang mereka dapatkan itu sesuai dengan apa yang mereka perjuangkan atau kerjakan.
Jika hanya berdasar dengan prinsip keadilan saja itu belum cukup untuk mencapai kesejahteraan yang berkeadilan sosial, maka dari itu muncul prinsip yang kedua yaitu kemanfaatan. Dengan prinsip kemanfaatan ini kemudian diharapkan kegiatan perekonomian tidak hanya berdampak pada satu pihak saja, namun seluruh orang bahkan alam semesta dapat merasakan kemanfaatan tersebut. Sehingganya suatu kegiatan ekonomi yang sekiranya tidak mendatangkan kemanfaatan yang berdampak luas, maka lebih baik itu dihentikan. Karena hal tersebut tidak sesuai dengan prinsip kemanfaatan dalam penyelenggaraan sistem ekonomi Indonesia.
E.     HARMONISASI SISTEM EKONOMI DENGAN SISTEM POLITIK DAN SOSIAL
1.      Kaitan Antara Ekonomi, Politik, dan Sosial
Langkah yang ditempuh oleh ekonom dalam membangun teori ekonomi adalah dengan membuat anggapan konstan untuk faktor non ekonomi (politik dan sosial). Implikasi konnstan adalah kejadian ekonomi hanya dipengaruhi oleh faktor ekonomi , sedangkan faktor non ekonomi tidak berperan sama sekali. Dengan metode berpikir seperti ini, tidak mengherankan bahwa fakta ekonomi, dalam tradisi teori ekonomi diperlakukan sebagai sesuatu yang bersifat netral (terisolasi dari faktor non ekonomi seperti faktor sosial politik).
Cara pandang seperti itu jelas tidak memadai dalam dunia realita. Faktor dan fenomena ekonomi dalam batas tertentu, memiliki keterkaitan yang kuat dengan fakta politik dan sosial. Artinya, munculnya fenomena ekonomi tidak hanya terkait dengan faktor ekonomi saja, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor politik dan sosial. Lihat saja fenomena pemilihan umum di Indonesia. Untuk bisa menjadi anggota legislatif, seorang Caleg harus memiliki kekayaan yang cukup untuk membiayai kampanyenya.
Hubungan timbal balik tidak hanya terjadi antara ekonomi dan politik saja tetapi antara ekonomi dan sosial juga yang memiliki hubungan yang saling memiliki. Dengan status sosial yang tinggi, sangat memungkinkan seseorang memiliki akses yang luas terhadap sumber-sumber ekonomi. Ini membuktikan bahwa ada hubungan dinamis yang saling memengaruhi antara ekonomi, sosial, dan politik.
Hal ini berarti fenomena ekonomi di lapangan bukan senantiasa fenomena yang netral. Keberadaannya tidak bisa dipisahkan dari faktor sosial dan politik. Oleh karena itu, keserasian diantara ketiga aspek tersebut sangat penting untuk membangun satu kesatuan totalitas sistem yang utuh (yaitu sistem negara).

2.      Keserasian Nilai dalam Sistem Ekonomi, Politik, dan Sosial
Syarat-syarat yang harus dipenuhi agar sistem-sistem itu bisa terintegrasi dengan baik menjadi totalitas sistem kehidupan yang dinamis dan seimbang. Sistem kehidupan tidak akan pernah seimbang manakala mekanisme kerja dari satu sistem tidak sejalan dengan mekanisme kerja dari sistem lainnya.
Ekonomi, politik, dan sosial memiliki ranah dan tujuan yang berbeda. Fokus ekonomi adalah kemakmuran dan kegiatan transaksinya terselenggara di  pasar (pasar untuk komoditi ekonomi). Sementara itu, fokus politik adalah keadilan dan aktivitasnya terselenggara di masyarakat (pasar untuk komoditi politik, pasar politik). Bidang sosial yang berfokus pada kerukunan atau keharmonisan dan kegiatannya terselenggara di tengah-tengah masyarakat (pasar untuk komoditi sosial, pasar sosial).
Kalau ketiga sistem tersebut serasi maka kemakmuran, keadilan, dan kerukunan akan terintegrasi dengan baik dalam kehidupan masyarakat. Inilah yang menjadi cita-cita semua orang Indonesia, yaitu terwujudnya kesejahteraan yang berkeadilan sosial. Namun untuk mencapai keserasian antara ekonomi, politik, dan sosial tidaklah mudah. Seringkali terdapat dominasi satu aspek (misalnya politik) terhadap aspek lain (misalnya ekonomi dan sosial). Bila politiknya sangat kuat tetapi tidak demokratis, maka kekuatan ekonominya cenderung terkonsentrasi dan sistem sosialnya tersegmentasi secara ketat. Contohnya pada masa orde baru, terkonsentrasinya kekuatan politik pada partai pendukung pemerintahan, menghasilkan pemusatan ekonomi pada unit-unit ekonomi yang dekat dengan kekuasaan.
Untuk menghindari terjadinya dominasi atau ketidakharmonisan antara kehidupan ekonomi, politik dan sosial maka ketiganya harus memiliki hubungan yang bersumber dari nilai-nilai pancasila. Yaitu kekekuargaan dalam sistem ekonomi, musyawarah/ mufakat untuk sistem politik, dan gotong royong untuk sistem sosial Indonesia. Keserasian dari ketiga sistem ini akan menghasilkan tujuan yang serasi, yaitu terwujudnya kesejahteraan yang berkeadilan sosial.

















BAB 111
KESIMPULAN
Sistem ekonomi indonesia harus berasaskan kebersamaan dan kekeluargaan. Yang berarti, kebersamaan dan kekeluargaan harus mewarnai dan menjiwai semua aspek kehidupan ekonomi bangsan indonesia. Karena indonesia adalah negara yang memiliki budaya, agama, dan bahasa yang berbeda-beda antara satu daerah ke daerah lain.
Sistem ekonomi indonesia memiliki sendi-sendi, yaitu sendi ketuhanan, sendi kemanusiaan, sendi persatuan/kebangsaan, dan sendi kerakyatan. Sendi-sendi tersebut memberikan arahan bagaimana seharusnya kehidupan ekonomi bangsa Indonesia itu diselenggarakan. Sistem ekonomi indonesia juga memiliki prinsip-prinsip penyelenggaraan, yang meliputi dua prinsip, yaitu keadilan dan kemanfaatan.
Sistem ekonomi hanya bagian dari totalitas sistem kenegaraan. Maka, landasan sistem ekonomi harus sejalan dengan landasan sistem politik dan sosial. Landasan sistem ekonomi adalah kekeluargaan, sistem politik adalah musyawarah/mufakat, dan sistem sosial adalah gotong-royong, ketiga landasan tersebut merupakan sari dari kebersamaan.

DAFTAR PUSTAKA

1.      Ismail, Munawar DKK. 2015. Sistem Ekonomi Indonesia Tafsiran Pancasila dan UUD 1945. Jakarta : Erlangga
3.      http://nasional.kompas.com/read/2011/12/22/02061513/kembali.ke.pasal.33.uud.1945 diakses pada 5 oktober 2017 pukul 22.00
4.      http://www.startkampus.net/2016/10/sistem-ekonomi-pengertian-macam-macam.html?m=1  diakses pada 5 oktober 2017 pukul 21.12
6.       Inti sistem ekonomi nasional pdf oleh prof munawar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

kata kerja masu dalam bahasa jepang beserta terjemahannya

 No Kata kerja dasar golongan Kata kerja masu   ます Arti 1 Kau かう 1 kaimasu かいます Membeli 2 A u あう 1 aimasu あいます Bertemu 3 Utau うたう 1 utaimasu うたいます Melagukan 4 Matsu まつ 1 Machimasu まちます Menunggu 5 Tatsu たつ 1 Tachimasu たちます Berdiri 6 Wakatsu わかつう 1 wakachimasu わかちます Membagikan 7 Nor u のる 1 Narimasu なります Naik 8 Tsukuru つくる 1 Tsukurimasu つくります Membuat 9 Wakaru わかる 1 Wakarimasu わかります Mengerti 10 Asobu あそぶ 1 asobimasu あそびます Bermain 11 Tobu とぶ 1 Tobimasu とびます Terban...

contoh Recount text

Recount Text adalah teks yang menceritakan suatu kejadian yang telah terjadi atau secara singkat, recount text adalah teks yang menceritakan ulang suatu kejadian atau peristiwa yang telah terjadi. Pada tulisan saya kali ini, saya akan memberikan 3 contoh recouny text. Contoh Recount Text : 1. Antusiasme Guru SMANDA Dalam Memperingati HUT PGRI Ke-70 Tepat pada tanggal 25 November 2015 seluruh sekolah memperingati hari guru nasional yang ke-70 atau yang lebih dikenal dengan HUT PGRI ke-70 tak terkecuali SMA Negeri 2 Unggul Sekayu. Hari ini, pukul 07.30 WIB seluruh warga SMA Negeri 2 Unggul Sekayu dikumpulkan di lapangan SMANDA, akan tetapi upacara kali ini berbeda dari biasanya karena petugas upacaranya dari kalangan guru. Pada saat itu para guru yang menjadi tugas upacara sibuk latihan dengan tugasnya masing-masing. Diantara mereka yang menjadi petugas yaitu, ibu Nur sebagai wakil dari kepala sekolah sebagai pembina upacara, pak Darmawan sebagai pemimpin upacara, ibu Suci s...

contoh teks eksplanasi media sosial

Media Sosial Media sosial merupakan saluran atau sarana pergaulan sosial secara online di dunia maya dimana para penggunanya dapat dengan mudah mencari teman, mengirim pesan, membagikan berita, dan aktivitas lainnya. Sebagai salah satu media komunikasi, media sosial tidak hanya dimanfaatkan untuk berbagi informasi dan inspirasi, tetapi juga ekspresi diri, pencitraan diri, dan ajang curhat, bahkan keluh - kesah dan sumpah - serapah. Saat ini, media sosial sepertinya sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan. Tua muda, pria wanita, bos besar sampai Office boy pun sepertinya sudah mengenal dan mengetahui tentang media sosial. Beberapa media sosial yang populer di Indonesia yaitu facebook, twitter, instagram, google plus, ask fm, tumblr, flickr, pinterest, path, dan beberapa sosial chat seperti bbm, line, whats app, dan lain sebagainya. Perkembangan teknologi informasi yang pesat merupakan salah satu penyebab booming nya media sosial. Zaman sekarang med...