Malang,
16 April 2018
Malam ini di tempat
yang kelam
Bersama raga yang masih
bersemayam
Aku khilaf dan terbenam
Mataku tak bisa meram
Ku acungkan kepalaku ke
langit malam
Kemerlap bintang sudah
tenggelam
Yang ada hanya bulan
malam
Aku bersedih seorang
diri
Jatuhlah bulir-bulir
air di pelipis mata kiri
Kadang juga sebelah
kanan tapi banyak yang kiri
Entah mengapa, mungkin
sedikit lelah berdiri
Atau sudah saatnya
mengistirahatkan diri
Ku pikir bukan sekarang
saatnya
Aku hanya perlu kamu
sebagai pelita di hati
Namun sayang, aku benci
Aku benci ada ini
Ini yang selalu ada
dalam topeng dunia ini
Ia sadis, kejam, egois
Tak mengapa dia ada
asalkan jangan terlalu jauh
Aku mau dia dekat
dengan diriku dan dirimu
Setidaknya bisa
dihitung dengan ukuran
Bukan menit, jam, hari,
minggu , ataupun bulan

Komentar
Posting Komentar