Malang, 16 April 2018
Selalu begitu, tiap aku
lewat kau kasih senyum
Garis bibir merah jambu
menyatu dari satu sisi ke sisi lainnya
Nampak cerah dan segar,
aku senyum juga akhirnya
Besoknya aku lewat lagi
Kau senyum lagi
Kali ini lebih lebar
dari yang kemarin
Bagaikan candu senyummu
tiap harinya
Kali ini aku tidak
senyum tapi tertawa
Kemudian hari kau
senyum lagi
Aku pun ada di saat
senyumnya lagi
Kali ini aku tidak
tersenyum
Sepertinya salah
menerka aku
Senyum kau bukan
untukku
Kupalingkan wajah
ternyata ada dia lagi
Yang kemarin-kemarin
ada juga
Ia nampak tampan dan gagah
darimu
Ku kira senyum itu
untukku darimu
Aku salah terka, senyum
itu untuk senyumnya yang tampan juga
Jadi kau sama-sama
tampan saling tersenyum
Aku hanya terdiam,
ingin tersenyum tapi belum

Komentar
Posting Komentar